Perjuangan Mendapatkan AFS/YES Scholarship (Khusus Untuk Anak SMA)

Haloooo terima kasih banyak untuk responnya yang sangat positif terhadap artikel berbahasa Indonesia pertamaku yaaa, kalian semua hebat! Pasti kalian yang baca adalah kalian yang berminat dan berniat mencari beasiswa, untuk mewujudkan mimpi kalian kuliah di luar negeri, semoga kalian semua sukses dan kita sama-sama bisa menggapai apa yang kita impikan. Amin.

Nah blogpost kali ini kembali akan aku tulis dalam Bahasa Indonesia, temanya juga masih tentang beasiswa, hanya saja kali ini ditujukan untuk siswa/siswi SMA di Indonesia. Jadi, kalau kalian sudah tidak duduk di bangku SMA lagi atau tidak bersekolah di Indonesia, mohon maaf blogpost ini tidak relevan untuk kalian. Tapi aku harap semuanya bisa menikmati dan menyerap sedikit informasi dari apa yang aku tulis. Kenyataannya, karakteristik penerima beasiswa itu tidak pernah terlalu berbeda satu sama lain, buktinya waktu SMA aku mendapatkan YES Scholarship dan waktu kuliah aku dapat beasiswa ke NUS. Walaupun sekarang aku memutuskan untuk mencari pengalaman kerja terlebih dahulu, tapi aku harap suatu saat nanti aku bisa melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi juga dengan bantuan beasiswa.

Baiklah, ini saatnya kita masuk ke inti topik pembicaraan.

Apa itu sebenarnya AFS/YES Scholarship?

Merujuk pada website Bina Antarbudaya (partner AFS di Indonesia), AFS Intercultural Program, Inc. adalah suatu organisasi non-governmental dan non-profit berbasis internasional yang menjadi wadah untuk memberikan kesempatan bagi para siswa yang ingin belajar dan memahami lebih jauh mengenai perbedaan budaya dengan tujuan untuk menciptakan perdamaian dunia.  Melalui organisasi ini, para siswa akan dikirimkan ke berbagai negara untuk tinggal selama kurang lebih satu tahun bersama host family dan belajar di sekolah lokal. Tidak hanya itu, para siswa yang dikirim untuk program ini juga diharapkan dapat mempromosikan budaya serta nilai-nilai dari negara asalnya. Negara tujuan program AFS ini sangat beragam, mulai dari Negara-negara di benua Asia, Eropa, hingga Amerika.

Sementara itu, YES Scholarship (saat ini lebih dikenal dengan sebutan Kennedy-Lugar Youth and Exchange Scholarship) adalah program full-scholarship dari US Department of State (Pemerintah Amerika Serikat) yang ditujukan kepada siswa-siswa dari Negara bermayoritas penduduk Muslim dengan tujuan menjembatani perbedaan pandangan di kalangan penduduk Amerika dan penduduk Muslim setelah terjadinya peristiwa 11 September di Amerika Serikat. Di Indonesia, beasiswa ini juga diatur oleh Bina Antarbudaya. Karena mendapat full scholarship dari pemerintah Amerika, tentu saja Negara tujuan beasiswa ini hanyalah Amerika Serikat. Satu hal yang perlu dicatat, meskipun beasiswa ini ditujukan kepada Negara yang bermayoritas Muslim, namun penerima beasiswanya tidak harus Muslim. Aku punya beberapa teman yang berasal dari ras Chinese, banyak juga yang beragama Kristen, Hindu, Buddha yang menerima beasiswa ini. Yang penting adalah nilai-nilai yang akan dibawa ke Amerika Serikat nanti adalah nilai asli dari Negara kita tercinta yang akan mencerminkan bagaimana sebenarnya kehidupan dan budaya di Indonesia, terutama karena Negara kita merupakan Negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia.

 

Siapa saja yang boleh mendaftar untuk AFS/YES Scholarship?

Seperti yang sudah aku sampaikan di awal post, beasiswa ini terbuka untuk siswa/siswi SMA di Indonesia. Akan tetapi, yang boleh mendaftar hanyalah yang masih duduk di bangku kelas 1 SMA, dan ada persyaratan umur yang harus dipenuhi. Dengan kata lain, kalau kamu kecepetan masuk sekolah (atau misalnya kamu mengikuti program percepatan ketika SD atau SMP) atau kamu telat masuk sekolah, mungkin range umur ini tidak bisa kamu penuhi dan kamu tidak eligible lagi untuk mendaftar program ini meskipun kamu masih duduk di kelas 1 SMA.

Tesnya sendiri akan berlangsung sekitar 1 tahun, ditambah dengan persiapan visa dan lain-lain, maka walaupun tesnya diikuti ketika kamu duduk di kelas 1 SMA, namun kamu akan berangkat ke Negara tujuan biasanya ketika kamu naik ke kelas 3 SMA.

Selain itu, ada satu syarat yang harus diingat oleh semua peserta tes beasiswa: semua siswa yang lulus tes dan akan berangkat ke Negara tujuan, setelah 1 tahun di Negara tersebut, harus pulang ke Indonesia dan mengulang kembali kelas yang ditinggalkan di Indonesia (yaitu kelas 3 SMA). Ya, dengan kata lain, para penerima beasiswa ini akan memiliki 4 tahun masa SMA. Lantas apa aku menyesal? Jawabannya adalah tidak sama sekali! Aku bangga dengan prestasiku mendapatkan beasiswa ini, dan aku bangga dengan perubahan yang aku dapat ketika kembali dari Amerika Serikat. Tidak semua orang bisa mendapatkan pengalaman berharga sekali seumur hidup ini, dan dengan bangga saat ini aku bisa berkata bahwa aku bahkan lulus lebih dahulu dari universitas dibandingkan teman-temanku yang lulus SMA 3 tahun, dan aku lulus dengan lebih banyak prestasi dibandingkan mereka semua.  Kak Anies Baswedan yang juga merupakan alumni program ini (sekarang menjabat sebagai Menteri Pendidikan Indonesia dan merupakan founder dari Gerakan Indonesia Mengajar) pernah berkata bahwa anak-anak program AFS/YES ini layaknya ketapel, ditarik ke belakang sedikit untuk dilemparkan sejauh-jauhnya. Aku pun dengan yakin bisa berkata bahwa program AFS/YES bisa membuka banyak pintu kesempatan untukku baik dalam pendidikan maupun dunia kerja.

 

Bagaimana cara mendaftar untuk mengikuti seleksi AFS/YES?

Semua persyaratan dan cara pendaftaran bisa dilihat di official website Bina Antarbudaya berikut ini:

http://www.bina-antarbudaya.or.id/en/home

http://afsindonesia.org/en/home

 

Apa saja tes nya dan apakah ada tips and tricks untuk menghadapi tes tersebut?

Seleksi beasiswa AFS/YES terbagi ke dalam seleksi tahap chapter, dan seleksi nasional.

Jika kalian masih bertanya-tanya apa itu chapter, chapter adalah kantor perwakilan Bina Antarbudaya di berbagai kota di Indonesia. Jadi kalian tidak perlu sampai jauh-jauh ke Jakarta untuk mendaftar beasiswa ini kalau kalian tinggal di Sulawesi, karena akan ada kantor perwakilan yang lebih dekat ke kalian. Kalian bisa check chapter-chapter tersebut di website Bina Antarbudaya.

Seleksi tahap chapter terbagi menjadi 3, yaitu tahap 1 (tertulis), tahap 2 (interview), dan tahap 3 (dinamika kelompok).

Tahap 1:

Di dalam tahap ini, ada 3 rangkaian tes yang harus kita jalani, yaitu tes tertulis pengetahuan umum, tes tertulis bahasa Inggris, dan tes  mengarang bahasa Indonesia. Tes tertulis pengetahuan umum dan bahasa Inggris semuanya berbentuk pilihan ganda. Untuk pengetahuan umum, materi yang diujikan adalah isu umum, bukan materi pelajaran tertentu. Mungkin akan ada beberapa soal yang terkait materi pelajaran, tetapi kebanyakan soalnya bisa kita ketahui melalui rajin membaca koran atau menonton berita mengenai isu yang sedang up to date. Misalnya di tahunku, soal pengetahuan umum yang keluar itu tentang beberapa ibukota atau  lagu kebangsaan Negara di dunia, hingga nama penulis Ayat-Ayat Cinta. Mungkin bisa dipersiapkan juga tanggal-tanggal bersejarah (tidak hanya yang dipelajari di mata pelajaran sejarah, tapi juga peristiwa penting lainnya misalnya pengeboman World Trade Center, tsunami di Aceh, dll.), tokoh-tokoh penting Indonesia dan mancanegara, hingga buku maupun film yang sedang ramai dibicarakan saat ini. Karena beberapa tahun sebelum aku ikut seleksi beasiswa ini, soal yang ditanyakan adalah mengenai penulis novel The Lord of The Rings. Selalu waspada dengan keadaan sekitar, dan carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang apapun yang saat ini tengah terjadi. Untuk tes tertulis bahasa Inggris, jangan pernah takut karena merasa bahasa Inggris kalian masih jelek, karena soalnya pun tidak akan terlalu advanced. Kalau kalian sudah pernah mengikuti tes TOEFL atau semacamnya, percayalah, tes ini tidak ada apa-apanya. Yang ditanyakan pun adalah standard basic bahasa Inggris dan grammar. Tetapi, saranku adalah tetap dipersiapkan dengan baik dan selalu berhati-hati dalam menjawab. Jangan pula lantas kalian menjadi terlalu percaya diri. Untuk mengarang dalam bahasa Indonesia, kalian akan diberikan pilihan beberapa tema, cukup pilih salah satu dan buatlah tulisan yang berisikan examples dan evidences. Misalnya kalian bilang kalau kalian memiliki leadership skill yang kuat, lantas apa buktinya? Contoh-contoh kegiatan yang kalian ikuti atau role yang kalian pegang akan sangat membantu jika kalian tuliskan disini.

 

Tahap 2:

Terdapat 2 macam interview di tahap ini, yaitu interview bahasa Inggris dan interview kepribadian (bahasa Indonesia). Sekali lagi aku tekankan kalau kalian tidak perlu takut dengan kemampuan bahasa Inggris kalian. Ada banyak sekali teman-temanku yang tidak bisa lancar berbahasa Inggris pada saat keberangkatan, tetapi begitu pulang, bahasa Inggris mereka bahkan mendekati expert. Kemudian aku yakin akan timbul pertanyaan, lantas bagaimana mereka bisa lulus tahap interview bahasa Inggris? Jawabannya adalah melalui keyakinan dan tekad kuat untuk belajar yang tersirat dari body language serta usaha kalian untuk berbicara dalam bahasa Inggris, walaupun terbata-bata. Para interviewer amat sangat menghargai usaha dari para calon penerima beasiswa, jadi jika kalian memang punya niat untuk berusaha maka tunjukkanlah, dan usaha kalian itu yang akan dinilai. Aku juga merasa perlu mengingatkan para calon penerima beasiswa yang mengikuti interview kepribadian bahwa kalian harus menunjukkan diri kalian yang sebenarnya dalam interview tersebut, jangan dibuat-buat, jangan menghafalkan jawaban orang lain. Karena percaya ataupun tidak, berdasarkan pengalamanku sebagai salah satu interviewer, akan sangat terlihat siswa mana yang menjawab berdasarkan pengalamannya sendiri dan mana yang sudah mendengar soal dari orang lain dan kemudian mengikuti jawaban orang tersebut. Beasiswa ini mencari siswa/siswi Indonesia yang mau bekerja keras, mudah beradaptasi, berani menerima perubahan, terbuka terhadap perbedaan, dan mandiri. Karena jujur saja, tidak akan mudah hidup sendiri di Negara lain di usia yang masih sangat muda jika kita tidak memiliki sifat-sifat yang disebutkan tadi. Sifat-sifat tersebut yang ingin interviewer gali dari para calon penerima beasiswa melalui interview kepribadian.

 

Tahap 3:

Tahap ini disebut seleksi dinamika kelompok, karena berbeda dari dua tahap sebelumnya dimana para siswa menjalani tes secara individual, di tes tahap ketiga mereka semua akan digabung membentuk beberapa kelompok kecil yang beranggotakan 4-5 orang (terkadang lebih, tergantung banyaknya siswa yang lulus ke tahap ketiga di chapter bersangkutan).  Setiap kelompok akan mendapatkan satu paket yang bersegel dan baru akan dibuka pada saat kelompok tersebut telah berada di ruangan. Di dalamnya, ada berbagai alat dan bahan prakarya dengan hanya satu instruksi: kalian diberikan waktu 30 menit untuk membuat sesuatu dari bahan-bahan yang tersedia, kemudian 30 menit berikutnya presentasikan hasil karya kalian tersebut di hadapan juri. It is up to your group’s discussion what to made, who doing what, and who to present. Disini yang dinilai adalah leadership skill kalian, apakah kalian berinisiatif dan mampu memimpin, apakah kalian mau mendengar pendapat orang lain, apakah kalian bisa bekerja dalam sebuah kelompok, semua hal itu akan terlihat melalui tes ini.

 

Jika kalian lulus ketiga tahap tes tersebut, hasil rekapitulasi nilai akan dikirimkan oleh sekretariat chapter masing-masing ke sekretariat kantor nasional Bina Antarbudaya. Disini, akan ditentukan siapa saja yang berhak mengikuti seleksi berikutnya untuk mendapatkan beasiswa YES, dan siapa saja yang namanya akan diajukan untuk  program AFS. Khusus bagi para siswa yang diajukan untuk menerima beasiswa YES, mereka akan dipanggil ke Jakarta untuk mengikuti seleksi nasional. Bagi siswa yang diajukan untuk program AFS, proses berikutnya lebih ke arah proses berkas, namun aku tidak terlalu paham apa saja prosesnya karena dulu aku mengikuti seleksi nasional untuk beasiswa YES, jadi bagi yang cenderung lebih memilih AFS, ada baiknya nanti menanyakan hal ini ke pihak chapter atau kantor nasional Bina Antarbudaya langsung.

Seleksi nasional tidak jauh berbeda dari seleksi tingkat chapter. Ada tes tertulis bahasa Inggris, interview kepribadian dan interview bahasa Inggris, serta dinamika kelompok. Bedanya, di seleksi nasional ini kalian juga akan dikarantina dan bertemu dengan teman-teman dari seluruk pelosok Indonesia yang pastinya berasal dari berbagai background, disinilah kemampuan beradaptasi dan kemandirian kalian akan turut diuji.

Demikian proses yang harus dilalui dalam perjuangan mendapatkan AFS/YES Scholarship. Berat, tetapi hasil yang didapat jauh lebih berharga.

slider1-globe_OR20132afs yes

Advertisements

About Dinda Dwita Puspasari

born and raised in the summer haze... a bookworm, an art lover, a dance enthusiast, a deep thinker, and a passionate writer... for any queries, you can contact me directly to dindadwitapuspasari@gmail.com
This entry was posted in Adventure. Bookmark the permalink.

46 Responses to Perjuangan Mendapatkan AFS/YES Scholarship (Khusus Untuk Anak SMA)

  1. Pingback: FAQ | Love, Life & Adventure

  2. kak..makasih buat share pengalamannya
    aku mau nanya ,jadi yg kelas duduk di kelas 2 sma ga bisa ikut (walaupun umurnya masih bisa ikut atau tercantum di persyaratan) jadi masih bisa gak ya kak? mkasih 🙂

    Like

  3. monica says:

    untuk program ini kita harus bayar atau ada biaya ga ?

    Like

    • Hi Monica, seperti yang sudah aku tulis, program ini ada yang namanya AFS, in which ada sejumlah kontribusi yang harus kita berikan walaupun sangat sedikit jumlahnya jika dibandingkan dengan pengalaman yang akan kita dapatkan. sementara program yang aku dapat (YES) itu full scholarship.

      Like

  4. Zaky Shahab says:

    Kak, kalau saya banyak banget mengisi kekurangan diri saya, akibatnya apa kak?
    Saya juga tidak punya banyak prestasi atau ikut dalam organisasi-organisasi seperti OSIS atau lainnya…
    Bagaimana kak?

    Like

    • ini masih tahap seleksi administrasi kan? yasudah tidak ada akibat apa-apa… kamu tetap akan bisa ikut seleksi tertulis kalau semua syarat administrasinya terpenuhi. mungkin nanti di tahap wawancara kamu akan mendapatkan sedikit kesulitan, tapi lebih baik jujur dan memperbaiki diri dari sekarang jadi pada saat wawancara nanti tetap bisa bagus, daripada bohong dan ujungnya tetap ketahuan pada saat wawancara.

      Like

  5. Yusnitahelvy says:

    Kak… Kalo yes itu emng bner bner gratis trus gak ngeluarin biaya yah? Nah kak kalo milih program afs atau yes itu ditentuin sma panitia nya atau kita ya kak? Makasih

    Like

    • iya 100% gratis tanpa biaya. pada saat mengisi formulir kita akan disuruh milih mau afs atau yes, dan ke negara mana. tapi keputusan terakhir ttp akan ada di tangan para dewan juri. walaupun kamu pilih yes, tapi dr hasil tes dinilai kamu lebih cocok ke afs, ya kamu akan di-assign ke afs.

      Like

  6. Yusnitahelvy says:

    Kak kalo program yes itu nggk ngeluarin biaya sama sekali gitu? Oh iya kak yg nentuin kita program afs atau yes itu kita sendiri apa panitia nya ya kak? Makasih.

    Like

  7. Reja Nayala says:

    berapa siswa yang akan di ambil???

    Like

  8. arashi says:

    Jadi kalo kita dapetnya YES full scholarship itu yang ditanggung apa aja ya kak?

    Like

  9. Santy Farida says:

    Kak Dinda, boleh tanya, jika sekolah saya berbasis bahasa Inggris dan kemungkinan mengarang bahasa Indonesia kurang, apakah itu akan menjadi masalah? bukankah negara yang akan kita tuju, terlepas dari negara manapun, lebih mengutamakan kita bisa berbahasa Inggris?
    Pertanyaan berikutnya adalah, jika dilihat dari full scholarship di YES, tingkatan kesulitan dalam melalui serangkaian testnya apakah sangat jauh dibandingkan utk mendapat slot di AFS?
    Saya tertarik untuk yang program YES

    Like

    • Hi Santy Farida, luar biasa sekali, kamu dari international school ya? tidak masalah kalau kemampuan bahasa indonesia kamu kurang, tapi ya seleksinya tetap mengarang bahasa indonesia. jadi kalau nilainya kecil, ya kecil jg kemungkinan lulusnya. kalau tidak salah saya sdh menuliskan di dalam blogpost ini ya, kemampuan berbahasa inggris itu penting, tapi bukan merupakan hal terpenting dlm penilaian. para dewan juri ingin menilai kepribadian kamu, apakah kamu bangga menjadi orang Indonesia dan apakah kamu bisa mewakili Indonesia di hadapan dunia. sekarang coba kamu lihat kembali pertanyaan kamu, apakah hal itu sdh tercermin disana? 🙂 kemampuan berbahasa bisa dilatih dan dipelajari, tapi kepribadian itu sulit utk diubah. itu yg saya rasa para dewan juri ingin tanamkan.

      saya juga menyarankan kamu untuk membaca informasi lebih teliti, saya sdh menuliskan semuanya di dalam blogpost ini, bahwa proses seleksi afs dan yes itu sama saja, hanya di akhir nanti yg menentukan kamu lebih cocok di program apa itu tetap keputusan dewan juri.

      semoga membantu

      Like

  10. Yusuf Bastian says:

    Hallo kak, Terima kasih banyak Infonya sangat bermanfaat , saya tahun depan(2018) mau ikutan AFS/YES .. dan saya mau bertanya kalau saya punya bakat di kesenian/budaya apakah itu akan jaminan bisa lolos?

    Like

    • oh kalau begitu sekarang kamu masih SMP ya?
      apa kamu sudah baca blogpost saya secara lengkap, dik?
      bukankah saya tulis rangkaian tesnya apa saja, dan kalau kamu tidak lulus tes tahap 1, ya tidak akan bisa lanjut ke tes berikutnya. jadi persiapkan semuanya dengan baik, jangan hanya terpaku pada bakat yang kamu punya.

      Like

  11. Annisa Aprilia says:

    Thank you kakak!You make me feel I should e cofident to face the second test of Afs/Yes Binabud!Could you mine to pray for me?Thanks for being my inspirator

    Like

  12. Ayu P. says:

    Kak saya mau tanya klo yg program yes itu juga menanggung biaya untuk keperluan yg bersangkutan dgn pertukaran pelajar seperti misalnya jika saya ingin membawa hal2 yg berkaitan dgn budaya indonesia sprt makanan tradisional, baju, alat musik dll. Apakah itu juga ditanggung? Terimakasih sblmnya 🙂

    Like

  13. Steffany says:

    Hai kak, Saya sudah mengikuti tes tahap 2 tahun ini dan menunggu pengumuman untuk tahap 3 kak. Sedikit pertanyaan nih kak, Saya tertarik sekali dengan YES kak, apakah jika saya tidak lulus pada saat tes nasional untuk YES nanti, AFS saya tetap hangus kak? Atau apakah saya bisa kembali mengambil AFS dan pergi ke negara selain Amerika. Btw, tulisan kakak sangat membantu sekali! Dan pertanyaan kkedua nih kak, pada saat mempresentasikan hasil kerja kelompok di tahap 3 nanti menggunakan bahasa inggris atau bahasa indonesia kak? Pertanyaan ketiga, apakah presenter hanya diperbolehkan satu orang saja kak atau semuanya bisa ikut berpartisipasi agar bisa saling melengkapi? Dan pertanyaan keempat, pada tahap 3 nanti apakah yang dinilai adalah grup nya atau tetap perorangan kak, Mohon bantuannya, terimakasih banyak kak 🙂

    Like

    • Hi Steff, mohon maaf sekali ya saya telat membalas pertanyaan kamu, jadi tes tahap 3 nya sudah selesai dilaksanakan. semoga kamu lulus dan kemarin lancar menghadapi tes nya. saya baru dengar kalau kuota YES tahun ini memang semakin sedikit, dan sepengetahuan saya, kesempatan kamu untuk ke AFS negara lain itu masih ada walaupun kamu gagal di YES. saya punya beberapa teman yang memiliki pengalaman seperti itu, tapi untuk jelasnya tentu lebih baik ditanyakan ke chapter ya 🙂

      ini untuk referensi adik-adik lainnya yang mungkin tahun depan akan ikut seleksi: seleksi ketiga itu akan menggunakan bahasa Indonesia, yang dinilai adalah mengenai kerja sama dalam tim, kreatifitas, dan kepemimpinan. siapa dan berapa orang yang presentasi itu akan ditentukan sendiri oleh tim pada saat seleksi, dan bagaimana kalian menentukannya lah yang jg akan menjadi poin penilaian. semua penilaian akan dilakukan terhadap individu.

      semoga tambahan jawaban saya bisa membantu ya.

      Like

  14. HammandaAD says:

    Hai kak! Aku hammanda, kelas 2smp. Umurku masih dibawah rata-rata, hiks… 13th. So, klo SMA, umurku kira-kira masih 14. (Bln lahirku november) jadi kiranya bisa ikut gak ya? Pengen bgt sih ikut. Tpi selalu downhope pas inget umurku. Hiks… Tlg infonya, thanks. Overall, nice blog!

    Like

    • Halo Hammanda, jangan putus asa dulu sebelum mencoba 🙂 tetap persiapkan dirimu sebaik mungkin, nanti pada saat waktunya, kamu bisa tanyakan langsung ke panitia di chapter kamu. lagipula program pertukaran pelajar kan ada banyak sekarang, jadi jangan buru-buru nge-down sebelum mencoba.

      Like

  15. HammandaAD says:

    Smp’2 otw 3 itupun umurku masih 13 hiks… Please read my comment on there! (Diatas) hiks… Please ya infonya sgt dibutuhkan.

    Like

    • HammandaAD says:

      Lalu kalo udah ikutan seleksi, terus misal gagal tengah jalan, sekolahnya gimana? Kan ada yg bilang kalo harus cuti sekolah. Lalu apa kita ngulangi sekolah dari awal? Atau gimana? Atau pas seleksinya bisa ama sekolah?

      Like

  16. athaya hl says:

    halo kak aku mau nanya, nilai rapot mempengaruhi kelulusan gak?

    Like

    • nilai rapot akan menjadi bagian administrasi yang dikumpulkan. selagi tidak ada yang aneh-aneh di rapotnya (misanya pernah tidak naik kelas), faktor terpenting tetaplah tahapan seleksi. kalau tidak lulus salah satu tahap seleksi, ya tetap saja gagal. tentu nilai rapot ini mungkin saja bisa membantu saat sudah di tahap akhir, oleh karena itu tetap belajar yg giat di sekolah ya.

      Like

  17. qibran says:

    misi ka, kalau ikut AFS/YES itu harus punya bakat ga? kalau misal belum punya gimana? apa kita disuruh nampilin budaya daerah kita ?
    oiya, orientasi nasional itu ngapain ya ka?
    doain tahun depan lolos sampai negara tujuan, makasih sebelumnya 🙂

    Like

    • ya tentunya semakin banyak kelebihan kita dibandingkan peserta lain akan semakin baik dong, silahkan disimpulkan sendiri apakah punya bakat itu perlu atau tidak.
      saranku lebih baik fokus ke seleksinya dahulu, karena nanti kalau memang sudah lulus semua seleksi akan dijelaskan kok orientasi nasional itu seperti apa.
      goodluck selalu ya.

      Like

  18. kak , aku mau tanya , aku sudah lulus hingga seleksi 3 , dan sekarang lagi nunggu hasil pengumuman untuk seleksi berkas , biasanya apa saja yang menjadi nilai penting untuk lolos ke seleksi nasional kak ?

    Like

    • saya pun tidak tahu pasti apa saja kriteria seseorang yg lolos itu. saya dan semua teman yang pernah lolos program ini sangat beragam dalam kepribadian dan latar belakang.
      percaya saja bahwa apapun hasilnya, itulah yg terbaik untuk kamu 🙂

      Like

  19. sylvia tarigan says:

    pagi , adek dinda, untuk mendaftar AFS/YES ini harus dapat rekomendasi dari sekolah (informasi dari sekolah) atau bisa mendaftar langsung di link yang sudah adek kasih di blog ini? terima kasih

    Like

  20. Elizabeth says:

    Kak, saya mau tanya. Sekarang saya duduk di kelas 1 SMA. Apakah saya masih bisa mengikuti afs/yes tahun depan ?

    Like

  21. Elizabeth says:

    Bukankah tahun 2018 saya masih duduk di kelas 1 SMA

    Like

    • kalau begitu sepertinya saya salah memahami pertanyaan kamu. intinya begini ya sayang, pendaftaran itu dibuka sekitar bulan februari/maret setiap tahunnya. kalau pada saat itu kamu masih duduk di kelas 1 SMA, tandanya kamu bs daftar. saya sudah tidak update kapan tahun ajaran baru dimulai.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s